Kabupaten Pulang Pisau mengikuti
delapan cabang lomba dan mengirimkan 59 peserta dan ofisial dalam mengikuti
Festival Budaya Isen Mulang di Palangka Raya. Jumlah peserta ini merupakan
jumlah terbantak, dimana pada pada tahun lalu hanya mengirim 10 orang dengan
mengikuti dua cabang lomba yaitu besei kambe dan balogo.
Dalam upaya untuk menjaga
keamanan dan ketertiban dalam pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kalimantan
Tengah, Polres Pulang Pisau menggelar Simulasi Pengamanan Pemilukada 5 Juni
2010 yang digelar di lapangan Handep Hapakat. Dalam simulasi ini menggambarkan
situasi dalam pemilukada dimana pada saat pemilukada ketua KPU Kabupaten Pulang
Pisau di culik oleh segerombolan orang yang mana pada akhirnya personel
Kepolisian dari Polres Pulang Pisau dapat melumpuhkan penculiknya dan
menyelamatkan ketua KPU.
Upaya Polres Pulang Pisau untuk
mewujudkan tertib lalu lintas terus dilakukan. Dengan menggandeng PWI Pulang
Pisau, Satlantas Polres Pulang Pisau menggelar pawai kampanye tertib lalu
lintas yang melibatkan peserta parade band PWI Pulang Pisau, bikers, dan
anggota Onthel Mania Handep Hapakat (OMH2).
Sensus penduduk 2010 secara resmitelah dimulai di seluruh Indonesia. Di Kabupaten Pulang Pisau pun
demikian, untuk mengawali pelaksanaansensus penduduk 2010, maka keluarga Bupati H Achmad Amur SH MH dan
keluarga Wakil Bupati H Edy Pratowo SSos MM masing-masing di rumah jabatan
tempat mereka tinggal memperoleh kesempatan pertama untuk dicacah oleh petugas
sensus.
Hari jadi peringatan Hari Pendidikan
Nasional berlangsung di halaman kantor Bupati Pulang Pisau diikuti oleh seluruh
jajaran Pegawai Negeri Sipil yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten pulang
Pisau. Bertindak sebagai pembina upacara yaitu Bupati pulang Pisau H Achmad
Amur SH MH. Dalam sambutannya membacakan sambutan Menteri Pendidikan Nasioanal Bupati
menghimbau agar hari pendidikan nasional bukan hanya diperingati untuk
mengenang jasa bapak pendidikan indonesia ki hadjar dewantara dan pejuang
pendidikan yang telah mendahului kita dan yang masih berjuang sampai dengan
saat ini, tetapi juga merupakan momentum untuk melakukan evaluasi terhadap apa
yang telah kita capai dalam menjamin pelayanan pendidikan secara
nondiscriminative kepada semua anak usia sekolah indonesia dimanapun mereka
tinggal. selain itu, hari pendidikan nasional juga merupakan titik tolak untuk
menatap ke depan menghantar peserta didik menuju masa depan yang lebih baik.