| Gambaran Umum Wilayah |
|
|
|
| Written by admin | |||
| Wednesday, 16 January 2008 09:32 | |||
|
A. LUAS WILAYAH Kabupaten Pulang Pisau mempunyai wilayah seluas 8.997 km2 atau 899.700 ha (5.85% dari luas Kalimantan Tengah sebesar 153.564 km2), Dengan rincian : a. Kawasan Hutan seluas 5.095 Km : Kawasan hutan lindung dengan luas : 1.961 km2 Kawasan hutan gambut dengan luas : 2.789 km2 Kawasan mangrove (bakau) dengan luas : 280 km2 Kawasan air hitam dengan luas : 65 km2 b. Kawasan Budidaya Seluas 3.902 Km : Penggunaan lahan berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pulang Pisau berdasarkan Undang–undang Nomor 5 Tahun 2002 adalah seluas 899.700 ha. Kawasan budidaya dengan luas sebagai berikut : Hutan produksi 369 km2 Hutan produksi tetap 753 km2 Pertanian ladang basah (sawah) 404 km2 Perkebunan dan peternakan 1.384 km2 Pemukiman perkotaan 46 km2 Pemukiman transmigrasi 99 km2 Perairan dan sungai 492 km2 Jaringan jalan 16 km2 B.LETAK WILAYAH Secara geografis Kabupaten Pulang Pisau terletak di daerah khatulistiwa, yaitu antara 10-00 Lintang Selatan dan 110-120 0 Bujur Timur. C.BATAS WILAYAH Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Gunung Mas Sebelah Selatan berbatasan dengan laut Jawa Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Kapuas Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya D.IKLIM Kabupaten Pulang Pisau pada umumnya termasuk daerah beriklim tropis dan lembab, dengan temperatur berkisar antara 26,5oC – 27,5oC dengan suhu udara rata-rata maksimum mencapai 32,5oC dan suhu udara rata-rata minimum 22,9 oC, Kelembaban nisbi udara relatif tinggi dengan rata-rata tahunan di atas 80%. Sebagai daerah yang beriklim tropis, wilayah Kabupaten Pulang Pisau rata-rata mendapat penyinaran matahari di atas 50%. Berdasarkan klasifikasi Oldeman (1975), tipe iklim di wilayah Kabupaten Pulang Pisau termasuk tipe iklim B1, yaitu wilayah dengan bulan basah terjadi antara 7 – 9 bulan (curah hujan > 200 mm/bulan) dan bulan kering (curah hujan < 100 mm/bulan kurang dari 2 bulan. Hujan terjadi hampir sepanjang tahun dan curah hujan terbanyak jatuh pada bulan Oktober - Desember serta Januari - Maret yang berkisar antara 2.000 – 3.500 mm setiap tahun, sedangkan bulan kering jatuh pada bulan Juni – September. 2.TOPOGRAFI Keadaan Topografi Wilayah Kabupaten Pulang Pisau, terdiri dari : Bagian Utara merupakan daerah perbukitan, dengan ketinggian antara 50 - 100 meter dari permukaan laut, yang mempunyai elevasi 8o – 15o, yang serta mempunyai daerah pegunungan dengan tingkat kemiringan + 15 o – 25 o; Bagian Selatan terdiri dari pantai/pesisir, rawa–rawa dengan ketinggian antara 0 – 5 meter dari permukaan laut, yang mempunyai elevasi 0o – 8o, serta dipengaruhi oleh air pasang surut dan merupakan daerah yang mempunyai intensitas banjir yang cukup besar. Kabupaten Pulang Pisau memiliki perairan yang meliputi danau, rawa-rawa, dan dilintasi jalur sungai yang termasuk wilayah Kabupaten Pulang Pisau, yaitu : Sungai Kahayan dengan panjang 600 km; Sungai Sebangau dengan panjang 200 km; Anjir Kalampan dengan panjang + 14,5 km, yang menghubungkan Mandomai Kecamatan Kapuas Barat Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau mengarah ke Palangka Raya,dari jumlah tersebut di atas yang masuk wilayah Kabupaten Pulang Pisau + 6,5 km; Anjir Basarang dengan panjang + 24 km, menghubungkan Kuala Kapuas dengan wilayah Kabupaten Pulang Pisau, dari jumlah tersebut yang masuk Wilayah Kabupaten Pulang Pisau + 7 km; Anjir / Terusan Raya dengan panjang + 18 km yang menjadi alur transportasi sungai dari Kuala Kapuas ke Bahaur Kecamatan Kahayan Kuala melalui Terusan Batu. Terusan yang masuk wilayah Kabupaten Pulang Pisau + 6 km; Daerah pantai / pesisir Laut dengan panjang bentangan + 153,4 km. 3.GEOLOGI Berdasarkan peta geologi formasi geologi yang ada di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, tersusun atas formasi aluvium *Qa) yang terbentuk sejak zaman Holosen dan formasi Batuan Api (Trv). Formasi Aluvium (Qa) merupakan formasi yang tersusun dari bahan-bahan liat kaolinit dan debu bersisipan pasir, gambut, kerakal dan bongkahan lepas, merupakan endapan sungai dan rawa. Sementara formasi Batuan Gunung Api (Trv) merupakan formasi yang tersusun dari batuan breksi gunung api berwarna kelabu kehijauan dengan komponennya terdiri dari andesit, basal dan rijang. Bahan-bahan ini berasosiasi dengan basal yang berwarna coklat kemerahan. 4.JENIS TANAH Jenis tanah yang ada di wilayah Kabupaten Pulang Pisau juga mengikuti pola kondisi topografinya. Di bagian Selatan, jenis tanah yang dominan adalah tanah gambut dan tanah aluvial, terutama pada bagian Selatan Kabupaten Pulang Pisau dengan kondisi drainase yang kurang bagus. Sedangkan jenis tanah yang ada di sebelah utara didominasi tanah podsol dan aluvial. Pada daerah-daerah pinggir sungai umumnya didominasi oleh tanah aluvial yang berasal dari endapan sungai.
|





